Abstrak
Pustakawan referens merupakan seorang yang
melaksanakan kegiatan di perpustakaan yaitu khususnya pada pelayanan referensi
dengan jalan memberikan pelayanan kepada masyakat sesuai dengan tugas lembaga
induknya berdasarkan ilmu perpustakaan, dokumentasi, informasi yang dimilikinya
melalui pendidikan. Perkembangan
teknologi informasi khususnya internet telah membawa perubahan pada profesi
kepustakawanan. Perkembangan tersebut membawa perubahan peran bagi
pustakawan dari seorang yang menjaga informasi dan menggunakannya untuk
kepentingan pengguna menjadi pemandu pengetahuan dan instruktur yang
mengajarkan ilmu yang disebut melek informasi. Perkembangan internet dan
tersedianya informasi dalam jumlah yang sangat besar dan cepat, menjadikan
pustakawan bertugas untuk mengajarkan cara berfikir kritis kepada pengguna
perpustakaan (Anderson; Gesin 1997).
Pendahuluan
Pustakawan Referens adalah seseorang yang melaksanakan
kegiatan perpustakaan (khususnya referensi) dengan jalan memberikan
pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan
ilmu perpustakaan, dokumentasi, informasi yang dimilikinya melalui pendidikan.
Fungsi Pustakawans referens
Membimbing pemustaka cara menggunakan perpustakaan
Membantu pustakawan menjawab persoalan
Membantu pemustaka memilih karya bagus
Mempromosikan perpustakan di masyarakat
Pustakawan rujukan sebagai intermediatery, pustakawan memiliki fungsi yang sangat penting,
karena ia merupakan antar muka antara permintaaan dan pertanyaan pemakai dengan
koleksi dan informasi dalam arti luas. Peran pustakawan rujukan sebagai intermediary adalah di
mana pustakawan rujukan menempatkan dirinya sebagai perantara antara pemakai
dengan khazanah perpustakaan dalam arti seluas-luasnya. Untuk itu diperlukan
sejumlah prasyarat agar pustakwan rujukan mampu menjadi perantara antara
pemakai dan sumber-sumber informasi, yaitu [1]:
1. Pustakawan rujukan haruslah seorang subject
specialist yang memiliki latar belakang kemampuan dalam subyek-subyek tertentu
dan memiliki latar belakang pendidikan perpustakaan.
2. Pustakawan rujukan harus memiliki ketrampilan komunikasi
yang tinggi sehingga ia dapat menggali informasi secara mendalam dari pemakai.
3. Pustakawan rujukan
harus berani keluar
dari kepompong yang membelenggunya selama ini. Kepompong yang dimaksud di sini
adalah batasan-batasan ilmu perpustakaan yang selama ini ia pahami, standar
pelayanan yang selama ini dipraktekkan dan memperluas pengetahuannya lebih luas
lagi.
4.
Pustakawan rujukan harus adaptif terhadap perubahan lingkungan eksternal.
Pembahasan
Dahulu pustakawan referens secara
sederhana tugasnya adalah menjawab pertanyaan pemakai perpustakaan, namun di
era teknologi informasi sekarang ini pustakawan referensi
sebagai pengelola informasi yang harus mampu mendayagunakan informasi yang
telah tersedia, sekalipun informasi tersebut tersimpan di tempat yang jauh dari
peminat. Pustakawan harus mampu menggali sumber-sumber
informasi tersebut dengan memilah sumber informasi yang memang betul-betul
diperlukan oleh pemakai informasi. Dengan demikian pustakawan harus
memiliki sumber-sumber pengetahuan ( knowledge resources)
yang memadai yang didapat bisa melalui buku, training, kursus, dan
semacamnya, karena ini merupakan sebagian contoh sumber ilmu pengetahuan.
Karena itu pengetahuan menjadi kekuatan (powerful). Seperti
kita ketahui data dan informasi sangat penting. Dalam buku yang ditulis
pada tahun 1949 berjudul Mathematical Theory of Communication.
Dalam buku tersebut ditulis informasi merupakan “hal yang mengurangi ketidakpastian”.
Bila demikian maka abad informasi yang dahsyat. sekarang ini sebetulnya suatu
ledakan non informasi. Suatu ledakan data seperti apa yang dikatakan
internetmania. kepada kita bahwa internet merupakan lautan data yang
belum disunting, tanpa suatu pretensi kelengkapan apapun juga . Artinya,
ia hanya sekedar “data”. Karena ia hanya “record” sesuatu.
Misalnya, data penjualan, data transaksi, laporan tahunan dan lain-lain.[2]
Internet saat ini terus berkembang luas dan situs-situs web yang ada
di dalamnya semakin lengkap dalam menyediakan apapun subyek informasi yang
dicari. Tentunya dalam pencarian tersebut , sebagian besar
menginginkan informasi terbaik yang bisa didapat. Atau dengan kata lain,
situs situs terbaik dari kategori informasi yang dicari. Disini
kita terkadang akan mendapatkan informasi yang tidak relevan dengan
subyek yang kita cari, karena kita dibombardir dengan ribuan hasil. Maka
dari itu pustakawan referens pada zaman teknologi informasi yang semakin
canggih ini pustakawan dituntut harus tanggap terhadap berbagai informasi yang
ada dan pustakawan referens harus mampu mengakses informasi dan memisahkan antara informasi
yang relevan dengan informasi yang tidak relevan tersebut, karena informasi
yang diberikan di nternet biasanya masih bersifat global.
Misalnya dengan mengunjungi “topofeverything.com”, kita bisa
mendapatkan hasil yang cepat dan agak selektif. Karena pengelolanya
membuat situs ini dengan tujuan membantu menyediakan informasi yang
cepat, akurat dan valid, dengan memuat link-link ke top ten situs
terbaik..(eBizz Asia, vol 3, 2004).
Dengan begitu, pustakawan referens akan menjadi lautan data seperti
internet, pustakawan referens juga tidak akan tertindas oleh kemajuan teknologi
informasi tersebut, dan tidak akan ditinggalkan oleh pemustaka karena pemustaka
mungkin lebih merasa puas terhadap jawaban yang diberikan oleh pustakawan
referens dibandingkan jawaban yang diberikan oleh internet.
Kesimpulan
Di zaman teknologi informasi yang
canggih ini pustakawan referens tidak hanya bertugas sebagai penjawab
pertanyaan-pertanyaan sederhana dari pemustaka, namun harus mempunyai
pengetahuan yang lebih dari pustakawan biasa untuk bisa mengakses informasi
yang diberikan oleh internet yang masih bersifat global dan harus mampu
memisahkan antara informasi yang relevan dengan informasi yang tidak relevan,
serta harus bisa mengetahui bagaimana cara mendapatkan informasi dengan cara
cepat serta hasilnya valid dengan begitu, pustakawan referens tidak akan
tertindas oleh kemajuan teknologi informasi dan tidak akan ditinggalkan oleh
pemustaka.
Daftar pustaka
Puji Raharjo
Sukarno. 2008. “pustakawan rujukan sebagai intermediatery” Dalam http://pujiword.wordpress.com/2008/12/09/pustakwan-rujukan-sebagai-intermediary-kasus-indonesia/. Diakses Senin 2 April 2012 pukul 12:16
Siti Rulyah. 2010. Pelayanan informasi dalam kaitannya dengan
pustakawan referensi. http://digilibunsri.wordpress.com. Diakses pada senin tanggal 9 April pukul 12:05
[1] Puji Raharjo
Sukarno, http://pujiword.wordpress.com/2008/12/09/pustakwan-rujukan-sebagai-intermediary-kasus-indonesia/, diakses Senin 2 April 2012 pukul
12:16
[2]
Siti Rulyah,
Pelayanan informasi dalam kaitannya dengan pustakawan referensi, http://digilibunsri.wordpress.com, diakses pada senin tanggal 9 april pukul 12:05