umay chalem blogs

Minggu, 10 Juni 2012

PUSTAKAWAN REFERENS DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI


Abstrak
Pustakawan referens merupakan seorang yang melaksanakan kegiatan di perpustakaan yaitu khususnya pada pelayanan referensi dengan jalan memberikan pelayanan kepada masyakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu perpustakaan, dokumentasi, informasi yang dimilikinya melalui pendidikan. Perkembangan teknologi informasi khususnya internet telah membawa perubahan pada profesi kepustakawanan.  Perkembangan tersebut membawa perubahan peran bagi pustakawan dari seorang yang menjaga informasi dan menggunakannya untuk kepentingan pengguna menjadi pemandu pengetahuan dan instruktur yang mengajarkan ilmu yang disebut melek informasi.  Perkembangan internet dan tersedianya informasi dalam jumlah yang sangat besar dan cepat, menjadikan pustakawan bertugas untuk mengajarkan cara berfikir kritis kepada pengguna perpustakaan (Anderson; Gesin  1997).
Pendahuluan
Pustakawan Referens adalah seseorang yang melaksanakan kegiatan  perpustakaan  (khususnya referensi) dengan jalan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu perpustakaan, dokumentasi, informasi yang dimilikinya melalui pendidikan.
Fungsi Pustakawans referens
  Membimbing pemustaka cara menggunakan perpustakaan
  Membantu pustakawan menjawab persoalan
  Membantu pemustaka memilih karya bagus
  Mempromosikan perpustakan di masyarakat
Pustakawan rujukan sebagai intermediatery, pustakawan memiliki fungsi yang sangat penting, karena ia merupakan antar muka antara permintaaan dan pertanyaan pemakai dengan koleksi dan informasi dalam arti luas. Peran pustakawan rujukan sebagai intermediary adalah di mana pustakawan rujukan menempatkan dirinya sebagai perantara antara pemakai dengan khazanah perpustakaan dalam arti seluas-luasnya. Untuk itu diperlukan sejumlah prasyarat agar pustakwan rujukan mampu menjadi perantara antara pemakai dan sumber-sumber informasi, yaitu [1]:
1. Pustakawan rujukan haruslah seorang subject specialist yang memiliki latar belakang kemampuan dalam subyek-subyek tertentu dan memiliki latar belakang pendidikan perpustakaan.
2. Pustakawan rujukan harus memiliki ketrampilan komunikasi yang tinggi sehingga ia dapat menggali informasi secara mendalam dari pemakai.
3. Pustakawan rujukan harus berani keluar dari kepompong yang membelenggunya selama ini. Kepompong yang dimaksud di sini adalah batasan-batasan ilmu perpustakaan yang selama ini ia pahami, standar pelayanan yang selama ini dipraktekkan dan memperluas pengetahuannya lebih luas lagi.
4. Pustakawan rujukan harus adaptif terhadap perubahan lingkungan eksternal.

Pembahasan
Dahulu pustakawan referens secara sederhana tugasnya adalah menjawab pertanyaan pemakai perpustakaan, namun di era teknologi informasi sekarang ini pustakawan referensi sebagai pengelola informasi yang harus mampu mendayagunakan informasi yang telah tersedia, sekalipun informasi tersebut tersimpan di tempat yang jauh dari peminat.   Pustakawan harus mampu  menggali sumber-sumber informasi tersebut dengan memilah sumber informasi yang memang betul-betul diperlukan oleh pemakai informasi.  Dengan demikian pustakawan  harus memiliki sumber-sumber pengetahuan   ( knowledge resources) yang  memadai yang didapat bisa melalui buku, training, kursus, dan semacamnya, karena ini merupakan sebagian contoh sumber ilmu pengetahuan.
Karena itu pengetahuan menjadi kekuatan (powerful).  Seperti  kita ketahui data dan informasi sangat penting.  Dalam buku yang ditulis pada tahun 1949  berjudul Mathematical Theory of Communication.  Dalam buku tersebut  ditulis informasi merupakan “hal yang mengurangi ketidakpastian”.  Bila demikian maka abad informasi yang dahsyat. sekarang ini sebetulnya suatu ledakan non informasi.  Suatu ledakan data seperti apa yang dikatakan internetmania. kepada kita bahwa  internet merupakan lautan data yang belum disunting, tanpa suatu pretensi kelengkapan apapun juga .  Artinya, ia hanya sekedar “data”.  Karena ia hanya “record” sesuatu.  Misalnya, data penjualan, data transaksi, laporan tahunan dan lain-lain.[2]
Internet  saat ini terus berkembang luas dan situs-situs web yang ada di dalamnya semakin lengkap dalam menyediakan apapun subyek informasi yang dicari.  Tentunya dalam pencarian tersebut , sebagian besar  menginginkan informasi terbaik yang bisa didapat.  Atau dengan kata lain, situs situs  terbaik dari kategori informasi yang dicari.  Disini kita  terkadang akan mendapatkan  informasi yang tidak relevan dengan subyek yang kita cari, karena kita dibombardir dengan ribuan hasil.  Maka dari itu pustakawan referens pada zaman teknologi informasi yang semakin canggih ini pustakawan dituntut harus tanggap terhadap berbagai informasi yang ada dan pustakawan referens harus mampu mengakses  informasi dan memisahkan antara informasi yang relevan dengan informasi yang tidak relevan tersebut, karena informasi yang diberikan di nternet biasanya masih bersifat global.
Misalnya  dengan  mengunjungi “topofeverything.com”, kita bisa mendapatkan hasil yang cepat dan agak selektif.  Karena pengelolanya membuat situs ini  dengan tujuan membantu menyediakan informasi yang cepat, akurat dan valid, dengan memuat link-link ke top ten situs terbaik..(eBizz Asia, vol 3,  2004).
Dengan begitu, pustakawan referens akan menjadi lautan data seperti internet, pustakawan referens juga tidak akan tertindas oleh kemajuan teknologi informasi tersebut, dan tidak akan ditinggalkan oleh pemustaka karena pemustaka mungkin lebih merasa puas terhadap jawaban yang diberikan oleh pustakawan referens dibandingkan jawaban yang diberikan oleh internet.
Kesimpulan
Di zaman teknologi informasi yang canggih ini pustakawan referens tidak hanya bertugas sebagai penjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana dari pemustaka, namun harus mempunyai pengetahuan yang lebih dari pustakawan biasa untuk bisa mengakses informasi yang diberikan oleh internet yang masih bersifat global dan harus mampu memisahkan antara informasi yang relevan dengan informasi yang tidak relevan, serta harus bisa mengetahui bagaimana cara mendapatkan informasi dengan cara cepat serta hasilnya valid dengan begitu, pustakawan referens tidak akan tertindas oleh kemajuan teknologi informasi dan tidak akan ditinggalkan oleh pemustaka.
Daftar pustaka
Puji Raharjo Sukarno. 2008. “pustakawan rujukan sebagai intermediatery” Dalam http://pujiword.wordpress.com/2008/12/09/pustakwan-rujukan-sebagai-intermediary-kasus-indonesia/. Diakses Senin 2 April 2012 pukul 12:16
Siti Rulyah. 2010. Pelayanan informasi dalam kaitannya dengan pustakawan referensi. http://digilibunsri.wordpress.com. Diakses pada senin tanggal 9 April pukul 12:05







[1] Puji Raharjo Sukarno,  http://pujiword.wordpress.com/2008/12/09/pustakwan-rujukan-sebagai-intermediary-kasus-indonesia/, diakses Senin 2 April 2012 pukul 12:16



[2] Siti Rulyah, Pelayanan informasi dalam kaitannya dengan pustakawan referensi, http://digilibunsri.wordpress.com, diakses pada senin tanggal 9 april pukul 12:05

BacaSelengkapnya...

Kamis, 31 Mei 2012

Tresno Jalaran Soko Kulino



Kebiasaan adalah salah satu penyebab timbulnya cinta
yang didasarkan atas kecocokan dan saling pengertian
Kebiasaan dan kebersamaan itu menumbuhkan keyakinan
kebiasaan itu beragam bentuknya
seperti halnya kebiasaan bercakap bersama
kebiasaan mengikuti jejak orang yang dikasihi
melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan orang yang dicintai
kebiasaan jalan bersama
BacaSelengkapnya...

Jumat, 11 Mei 2012

Perpustakaan Digital

      Perpustakaan digital (Inggris: digital library atau electronic library atau virtual library) adalah perpustakaan yang mempunyai koleksi buku sebagian besar dalam bentuk format digital dan yang bisa diakses dengan komputer. Jenis perpustakaan ini berbeda dengan jenis perpustakaan konvensional yang berupa kumpulan buku tercetak, film mikro (microform dan microfiche), ataupun kumpulan kaset audio, video, dll. Isi dari perpustakaan digital berada dalam suatu komputer server yang bisa ditempatkan secara lokal, maupun di lokasi yang jauh, namun dapat diakses dengan cepat dan mudah lewat jaringan komputer.
Istilah perpustakaan digital pertama kali diperkenalkan lewat proyek NSF/DARPA/NASA: Digital Libraries Initiative pada tahun 1994. Perpustakaan digital yang paling banyak dikenal saat ini adalah Proyek Gutenberg, ibiblio dan Internet Archive, serta proyek yayasan Wikimedia ini sendiri (termasuk wikisource, wikipedia, Wiktionary, Wikiquote, Wikibooks, Wikinews, Wikispecies, Wikiversity, Commons, Meta-Wiki, MediaWiki, dll).
BacaSelengkapnya...